#MelawanMalas

10 Nov 2017

Kurang lebih 2 bulan terakhir, saya memulai sebuah project *tsahhh… sok keren banget namanya* bernama #MelawanMalas.

***

Seperti namanya, Project #MelawanMalas ini memang tujuan utamanya ya untuk melawan rasa malas. Tepatnya malas lari. Yeap, ini memang berhubungan dengan olahraga lari-larian yang belakangan saya coba tekuni.

Detilnya, Project #MelawanMalas ini adalah sebuah tantangan kepada diri saya sendiri untuk sebisa mungkin berlari setiap hari. Sebagai awalnya, gak muluk-muluk saya “hanya” menargetkan minimal total berlari sejauh 100 km per bulan. Kenapa 100 km? Karena dalam 30 hari, setidaknya saya cukup lari sejauh +-3,5km saja setiap hari. Rasanya masih make sense lah. 

Ada dua hal yang lumayan berkaitan dengan target yang ingin saya capai. Yaitu selain agar konsisten berlari, di sisi lain untuk konsisten bangun lebih pagi. Yah nggak pagi-pagi banget sih, karena bangunnya sekitar pukul 06.30. Buat sebagian orang itu malah namanya bangun siang. Tapi buat saya pribadi, yang biasa bangun jam 7 ke atas sih, bangun setengah jam lebih cepat dari biasanya itu adalah sebuah prestasi tersendiri… Haha.

***

Setelah bangun pagi -dengan kesusahan-, saya berganti kostum lari, terus berlari di kampung sekitaran rumah. Larinya ngga jauh-jauh (dan panjang) amat, biasanya hanya 2,5 km. Kalau bangun lebih cepat, jaraknya ditambah dikit sampai 3 atau 4 km, dan hal ini saya usahain setiap hari kerja maupun weekend ketika cuaca juga mendukung tentunya. Misalnya kalau hujan pastinya ga asyik untuk lari pagi.

Karena ini masih proyek coba-coba, jadinya “aturan” yang saya buat nggak terlalu strict. Misalnya kalau pagi kesiangan atau males bangun, saya “balas” di sore hari, atau kalau seminggu di weekdays lebih banyak bolongnya, saya ganti di weekend dengan long-run (minimal 10k) demi mencapai target 100km/bulan.

Awalnya sebelum rajin lari pagi, saya yang sering ngantukan ini berpikir kalau lari pagi akan bikin saya lebih ngantukan ketika di kantor. Ternyataaaa oh ternyata… saya salahhhh pemirsaaa…

Nyatanya, badan menjadi lebih bugar dan lebih fresh. Bahkan ketika bekerja, saya ngga lagi gampang ngantukan seperti sebelumnya. Menghirup udara segar sambil berolahraga dan menikmati sinar matahari di pagi hari sungguh awal yang indah untuk memulai hari. Belum lagi view yang saya lewati ketika berlari.

Beruntung bagi saya yang tinggalnya di dusun, jadinya berlari menyusuri persawahan, sungai, bendungan dan perbukitan hijau menjadi pemandangan yang menemani.

 ***

Trus hasilnya gimana, dep?

Yah.. lumayan sih, di bulan pertama bisa achieve. Di bulan kedua nggak tercapai dan di bulan ketiga rasanya bisa. Begini rekap-nya.

 

 

Rekap di atas ini saya dapat dari aplikasi “endomondo“. Buat yang belum tau, aplikasi ini aplikasi di smartphone untuk olahraga. Bisa mencatat aktifitas olahraga kita. Gak cuma buat lari, tetapi bisa juga buat sepeda, badminton, ski, dll. Downloadnya gratis tinggal cari di Playstore atau di Appstore. Tapi untuk memanfaatkan fitur advance-nya kamu harus upgrade ke premium yang artinya berbayar. :D

Doakan supaya saya istikomah ya gaes… Haha… Semoga ini gak cuma ritual ses(a)at aja.

Oh iya, harapan saya dengan proyek “melawan malas” ini gak cuma dalam hal lari, tetapi dalam kerjaan sehari-hari, juga dalam hal ibadah dan pelayanan… Tsahhh… Haha

Aminnn:D


TAGS tips lari tips rutin lari


-

Author

kadang jadi anak gunung, kadang jadi anak pantai... mensyukuri hidup dengan menikmatinya, menikmati hidup dengan mensyukurinya.

Follow Me