life is beautiful

my firts race, my first medal

18 Dec 2016 - 13:52 WIB

Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di sini, kalau belakangan saya memang lagi menggandrungi olahraga lari. Dan untuk pertama kalinya sepanjang hidup saya, saya mengikuti lomba lari beneran.

Yeap, lomba lari beneran. Bukan cuma lari biasa or kenceng-kencengan lari di sekolah dan guru olahraga nyatet waktu tempuhnya, Lomba lari yang saya ikuti adalah lomba lari Lombok Marathon. Event Lombok Marathon ini adalah edisi pertama yang diadakan pada 4 Desember 2016 lalu. Terdapat 5 nomor lomba yaitu Full Marathon, Half Marathon, 10 Km, 5Km, dan Ekiden alias team estafet.

Nah, untuk saya sendiri yang itungannya pemula buanget ini, tahun ini saya baru hanya berani untuk nomor 10 Km.

Terus terang saya sendiri awalnya khawatir mampu gak yah. Eits, bukan khawatir gak mampu finish, cuma khawatir bisa melewati COT (cut-of-time) yang ditetapkan panitia apa nggak. Ya, saya juga baru tau, ternyata ada yang namanya COT untuk lomba lari. Haha.. norak!

COT untuk nomor 10 km adalah 2 jam 30menit.

Dan seperti yang saya pernah saya ceritakan juga bahwa belakangan ini saya tergabung dalam komunitas lari RunJani. Komunitas lari hore-hore seneng-seneng. Asyiknya di komunitas ini kami saling mendukung untuk kemajuan bersama. Gak ada tuh yang namanya ngiri sama si A yang pace-nya lebih cepet, si B yang endurance-nya lebih kuat. Paling ngiri sama sepatu si X yang kok keren banget yak. Hahaha. Seminggu sebelum Lomba, kami semua menjajal rute yang telah ditetapkan. Selain untuk mengukur kekuatan dan kecepatan, kami menghapal rute yang akan ditempuh. Ya kan ga lucu kalau pas lomba malah nyasar atau salah masuk kampung :p

Pas “gladi resik” itu sih waktu tempuh saya cukup jauh dari COT yaitu +- 1 jam 25 menit. Hal ini terus terang bikin makin pede untuk lomba benerannya.

***

 

Tibalah di hari H.

Ribuan peserta 10k dan 5k yang berkumpul untuk start di Eks Bandara Selaparang sudah memadati TKP sejak pukul 05.30. Startnya sendiri akan dimulai pada 06.30. Sementara untuk nomor FM dan HM memulai startnya dari Pantai Senggigi lebih dini sejak pukul 04.30. 

Ketika start saya sendiri memulai lari dari barisan agak belakang. Bukan karena gak mau start dari depan, tapi rupanya bejubelnya peserta membuat sulit untuk merengsek ke depan.

Berhubung ini adalah pengalaman pertama saya, yang saya rasakan adalah deg-degan sepanjang lomba. Saya gak pernah memikirkan podium, ga mungkin lah yaw! :)) Yang saya pikirkan hanya menyentuh garis finish dengan sehat tanpa cedera, dan di bawah COT bahkan kalau bisa lebih baik dari catatan waktu tempo hari ketika latihan.

Rupanya seru juga lomba lari itu. Ada yang namanya “pacers” yaitu pelari sponsor yang berlari sambil membawa balon dengan angka tertentu yang disiapkan panitia untuk memberi “petunjuk” bagi para pelari pemula. Bingung ya? Jadi gini, Misal pacers membawa balon dengan angka 7, maka dia akan berlari konstan dengan speed pace 7. Speed pace 7 artinya dengan kecepatan 7 menit per km. Jadi jika 10 km maka pacers ini akan menempuh waktu 70 menit (1 jam 10 menit). Nah jika kita ingin catatan waktu kita lebih cepat dari pacer itu, kita harus berlari di depan mereka tanpa boleh dilewati. Saya sendiri mencoba berlari dengan speed mengimbangi pacers 7 ini. Paling tidak tak jauh dari mereka agar catatan waktu saya tak terpaut jauh.

Keseruan lain adalah lintasan lari yang sepanjang pinggir jalannya dipenuhi masyarakat sekitar yang mencoba memeriahkan acara. Ada yang mendukung dengan bersorak memberi semangat, ada yang memberi air minum bagi pelari yang melintas, ada juga yang sampai memainkan musik baik itu musik modern dengan full band, drum band ataupun musik tradisional seperti gendang beleq khas lombok.

Pengalaman yang tak terlupakan pokoknya.

Balik lagi ke lari, dengan fisik yang pas-pasan akhirnya saya berhasil finish dengan waktu 1jam 15 menit. Not bad lah ya untuk ukuran pemula. Dan yang terpenting pulangnya ngga bawa cedera dan bawa medali. Hihihi…

Oiya untuk kalian yang pengen coba Lombok Marathon, siapin aja fisik dan kocek kalian untuk Lombok Marathon 2017. Dijamin asik juga liburan sambil diselingi lomba marathon, seperti testimoni beberapa orang peserta yang memuji event pertama Lombok Marathon tahun ini.

 


TAGS   lombok marathon / Lombok sport tourism /