life is beautiful

Menjemput mimpi di Tanjung Bira

30 Mar 2016 - 21:58 WIB

Ada yang tau di mana itu Tanjung Bira? Yak betul… itu di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Buat yang belum tau, ga usah malu :p Saya juga dulu ngga tau kok. Sampe suatu saat di sekitar tahun 2010 saya melihat poto Pantai Tanjung Bira di sebuah situs internet ketika berselancar di dunia maya. Poto pantai yang sungguh cantik itulah yang membuat saya membatin “suatu saat saya harus mengunjungi pantai Tanjung Bira. Harus!!!”

Benar kata orang-orang, ucapan adalah doa. Dan ucapan membatin bak mantra itu berulang kali saya ucapkan kepada teman-teman bahkan istri.

Dan setelah kurang lebih 6 tahun saya berangan-angan untuk mendatangi Pantai Tanjung Bira, akhirnya awal Februari kemarin mimpi saya terwujud.

Semua dimulai dari adanya maskapai penerbangan swasta yang membuka jalur penerbangan langsung (direct) BIL , Praya – Makassar. Dan mungkin karena masih baru, harga tiketnya masih promosi. Iseng-iseng searching ternyata harga promonya “hanya” 1,5 juta PP berdua.

Semesta sepertinya berkonspirasi untuk mendukung rencana saya ini. Setelah mendapat tiket, hal lain yang harus fix adalah cuti tahunan saya dan izin istri. Dan Puji Tuhan semuanya lancar car car….

***

Ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi. Yes… finally!!

Dari Pusat Kota Makassar, Pantai Tanjung Bira berjarak kurang lebih 200 km alias kalau berkendara dengan kecepatan normal membutuhkan waktu 4-6 jam. Jauh bangetttt kan?

Yah demi sebuah mimpi, saya dan istri bela-belain “menyiksa diri” se-lama itu menumpang kendaraan umum dari Makassar sampai Pantai Tanjung Bira. Pokoknya dari seger-ngantuk-seger-sampai ngantuk lagi plus bokong yang rasanya tepos banget (atau mati rasa?) setelah turun dari kendaraan.

Wohoooooooo!!!!

Setiba di Pantai Tanjung Bira, selayaknya orang yang mimpinya terwujud, saya langsung mengucap syukur tanpa henti kepada Sang Pemilik hidup. Walau kenyang “dicekokin” pantai keren di Bali dan Lombok selama ini, tetap saja buat saya Pantai Tanjung Bira ini luar biasa indah.

Gradasi biru, hijau tosca dan putihnya air laut ditambah panorama yang indah benar-benar memukau saya. Padahal saat itu waktu sudah sore dan matahari sudah nyaris tenggelam, tetapi warna air lautnya masih ciamik!

Satu hal yang saya kurang sukai adalah ramainya pantai ini :D tetapi itu sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan saya kok, apalagi saya dan istri sempat bermalam di Tanjung Bira. Perfetto!!

 

***

Selain ke tujuan utama Pantai Tanjung Bira, kami berdua ternyata mendapat bonus 2 lokasi wisata lain yaitu Pantai Apparalang dan Pantai Bara.

Pantai Apparalang

Pantai Apparalang berada di Desa Ara, Kecamatan Bontobahari – Bulukumba.

Pantai Apparalang ini menurut seorang teman adalah destinasi wisata yang sedang naik daun. Jika selama ini para wisatawan datang ke Bulukumba hanya mengunjungi Pantai Tanjung Bira , maka sekarang Pantai Apparalang benar-benar menjadi sensasi baru. Tak percaya? Coba saja search Pantai Apparalang di instagram.

Oh iya, kalo di Lombok Pantai Apparalang ini mirip Pantai Tanjung Ringgit dengan tebing-tebing eksotisnya. Atau kalau di Bali menurut saya sangat mirip dengan Pantai Suluban. Bedanya Pantai Apparalang ini memiliki satu spot cliff jumping dimana pengunjung yang memiliki nyali cukup, dapat meloncat ke laut dari batu karang raksasa. Pokoknya pantai ini keren banget!!

Pantai Bara

Pantai Bara ini sangat istimewa, karena lokasinya yang tak jauh dari Pantai Tanjung Bira. Dengan menggunakan motor hanya membutuhkan waktu +- 10 menit untuk tiba di Pantai ini. Pantai Bara memiliki garis pantai sejajar dengan Pantai Tanjung Bira. Lalu istimewanya di mana dep? Pasirnya putih halus bak tepung mirip seperti Pantai Tanjung Bira, tetapi garis pantainya lebih luas dan landai dan asyiknya lagi (mungkin karena belum begitu dikenal) pengunjungnya tak seramai di Pantai Tanjung Bira. Panoramanya pun cantik binggow dengan barisan nyiur di sisi pantai (fyi, di Pantai Tanjung Bira nyaris tak ada pohon kelapa di pantainya).

Satu pengalaman lucu yang saya alami ketika saya ngopi-ngopi di sebuah warung di Pantai Bara adalah anak pedagang di warung tersebut menyetel sebuah lagu dari ponselnya. Dan lagu yang diputar adalah “Lombok I Love You” dari sebuah band lokal lombok bernama Amtenar :D Seketika saya dan istri tergelak J

Oh iya, Pantai Bara ini sering menjadi spot kemah para pengunjung. So, buat para backpacker yang membawa tenda dapat mendirikan tendanya di pinggir pantai.

Cihuyy banget kan? Sekali mengayuh, 2-3 pulau terlampaui :D

***

Untuk penginapan, di Pantai Tanjung Bira dan Pantai Bara terdapat penginapan yang bervariasi mulai dari penginapan berbentuk tenda, losmen ratusan ribu/malam, homestay, hotel sampai villa dengan rate jutaan/malam. Sedangkan untuk tempat makan, tak perlu khawatir karena banyak warung makan murah ataupun resto tak jauh dari pantai.

Sedangkan di Apparalang belum ada penginapan. Penginapan terdekat ada di Bulukumba.

Buat yang sedang menjadwalkan liburannya, Ketiga pantai di atas bisa menjadi rekomendasi buat kalian.

Pantai Tanjung Bira is checked!

Next target is Flores or Ijen :D

*crossingfingers*

 

 


TAGS   tanjung bira / bulukumba / wisata bulukumba / apparalang / pantai bara /