life is beautiful

nostalgia bermain kelereng

18 Jan 2016 - 15:00 WIB

Jadi ceritanya sabtu kemarin saya bersama teman-teman komunitas #ShareForCare sedang survey untuk mencari sekolah baru yang akan kami layani. 

Nah salah satu sekolah yang kami datangi itu SD Negeri yang berlokasi di BUkit Tinggi. Bukit Tinggi ini bukan di Sumatera Barat, tetapi di Lombok Barat :D

Hanya berjarak tempuh kurang lebih 1 jam (30 menit berkendara dan 30 menit soft tracking), sekolah ini berada di tengah-tengah hutan dan diapit perbukutan hijau nan asri. Etapi kali ini saya ngga akan cerita soal surveynya tapi soal pengalaman menarik di sekolah itu. Setibanya di sekolah ini saya berkenalan dengan guru dan kepala sekolah juga tentunya beberapa murid-murid. 

Setelah ngobrol-ngobrol saya mulai berbaur dengan murid-murid yang sedang bermain di lapangan tanah tersebut. 

Wahhh!! Rupanya mereka sedang bermain kelereng.

Saya langsung saja bersemangat untuk ikutan bermain.

Terus terang saja, selain layang-layang, permainan kelereng adalah salah satu hobi saya di masa kanak-kanak dulu.

Seingat saya, setidaknya dua puluhan tahun yang lalu lah terakhir kalinya saya bermain kelereng atau gundu ini. Keseruan pun terasa ketika saya mulai bergabung bersama adik-adik ini.

 

Ngga nyangka, kalau di sekolah-sekolah di kota umumnya pemandangan yang terlihat adalah siswa yang sibuk bermain dengan tablet, laptop atau gadget smartphonenya. Bermain counter strike, COC, angry bird, candy crush ataupun permainan canggih lainnya.

Momen ini mengingatkan saya akan masa kecil dulu. Masa-masa indah ketika istirahat atau pulang sekolah permainan yang dimainkan anak-anak seumuran saya adalah permainan yang mengajarkan kita untuk bersosialisasi, penuh energi dan kehangatan.

Bermain kelereng, petak umpet, layang-layang, tak jongkok, bentengan, galasin dll adalah permainan yang mengajarkan kita untuk bersosialisasi juga membentuk teamwork atau kekompakan. 

Berbeda dengan permainan canggih via hp/internet yang terkadang membuat pemainnya anti social, walo berkedok “sosial media”.

Gak takut tangan atau baju kotor, penuh keringat, panas-panasan di bawah terik matahari bahkan kadang mandi hujan juga memiliki keseruan sendiri.

oh how i miss my childhood.

:D

 

 

 


TAGS   masa kanak-kanak / nostalgia / permainan /