life is beautiful

one-night-trip to pergasingan hill

16 Jun 2015 - 08:35 WIB

pergasingan hill

Jadi ceritanya setahun belakangan ini di Lombok lagi booming satu lokasicamping, namanya Bukit Pergasingan.

Efek sosmed yang membuat poto-poto keren dari Bukit Pergasingan ini bikin saya langsung kepincut untuk mendatanginya. Niat untuk kemping ke Bukit Pergasingan ini sebenarnya sudah cukup lama. Tapi karena selalu saja ada halangan jadinya selalu batal.

Nah bulan lalu seorang sahabat mengajak saya untuk ke Bukit Pergasingan ini. Karena ajakannya tepat di hari libur dan saya punavailable tentu saja tawaran ini saya sambut dengan bahagia.

Jumat siang saya dan istri berangkat menuju Sembalun. Sembalun adalah Desa di Kaki Gunung Rinjani. Berjarak tempuh kurang lebih 2,5 jam dari Kota Mataram. Jalurnya adalah Mataram-Narmada-Mantang-Kopang-Aikmel-Suella-Sembalun. Bukit Pergasingan ini berada di Desa Sembalun. Posisinya berseberangan dengan Gunung Rinjani.

Sesampainya di Sembalun, saya langsung menemui Imron sahabat saya yang sudah tiba lebih dahulu. Ternyata Imron pun mengajak teman-teman komunitas fotografer Lombok Landscapers untuk camping di Bukit Pergasingan. Setelah packing, akhirnya total kami bertujuh start dari Pintu Masuk Bukit Pergasingan sekitar pukul setengah 6.

welcome to pergasingan hill

Agak kesorean sih, tapi saya cukup penasaran gimana rasanya tracking/hiking di malam hari. :D Soalnya waktu mendaki Gunung Rinjani setahun silam kami selalu berjalan pagi sampai sore saja.

Setelah membayar tiket masuk Rp 10000/orang kami mulai nanjak.

Trek awalnya sungguh sangat menantang. Dengan sudut kurang lebih 60 derajat, kami harus berjalan di sisi bukit yang cukup licin. Karena mulai gelap, kabut tipis mulai menghalangi pandangan. Jarak pandang kami tak lebih dari 20 meter. Untung saja saya membawa senter.

Sesekali beristirahat untuk minum atau sekadar menarik nafas, kami pun tiba di punggungan satu jam kemudian.

Punggungan adalah istilah bagi sisi bukit yang cukup landai, tak seperti tanjakan awal tadi. Dari punggungan ini jalur lebih mudah karena sudut kemiringan tak securam tadi.

Semakin malam, cuaca semakin dingin, kabut mulai menghilang berganti bulan dengan sinarnya yang cukup terang. Saking terangnya sampai saya mematikan senter dan memanfaatkan terang bulan di atas kepala saya sebagai pemandu jalan. Ternyata hiking malam hari dengan sinar bulan itu rasanya luar biasa seru.

Total 3 jam kami berjalan (dan beristirahat) hingga kami tiba di camping ground Bukit Pergasingan.

Seperti saya bilang di atas, bukit pergasingan ini sedang booming. Tak heran ketika kami tiba, sudah berdiri banyak tenda.

Setelah mendirikan tenda, kami pun berganti baju, makan dan beristirahat. Menikmati malam yang luar biasa indah.

Cuaca benar-benar berpihak kepada kami. Sangat cerah!

Di langit sang bulan masih setia menyinari kami, di hadapan kami Gunung Rinjani nan megah itu nampak sangat jelas. Gunung dengan ketinggian 3726 mdpl ini terlihat begitu cantik di bawah sinar rembulan. Belum lagi lampu-lampu rumah di bawah desa yang seperti berkelap-kelip menambah kesempurnaan malam.

Rasa dingin yang menusuk kulit tak begitu dihiraukan, dengan pelukan erat istri dan candaan sahabat-sahabat baru membuat malam malah terasa sangat romantis #tsaahhh :D

Tak habis-habisnya kalimat memuji Tuhan terucap dari mulut saya.

Oh iya, Bukit Pergasingan sendiri berada di ketinggian kurang lebih 1700 mdpl.

Nyaris tengah malam kami pun masuk ke tenda untuk tidur. Tak lupa kami menyetel alarm untuk bangun subuh demi menantikansunrise.

***

Sekitar jam 5an saya terbangun dan bergesa untuk keluar tenda. Dengan kamera saku di tangan saya mencoba berkeliling camping ground untuk mencari gambar terbaik. Teman-teman lombok landscapers sudah siap dengan kamera-kamera DSLR dan tripodnya masing-masing.

camping ground

Sayang sekali, tak lama kemudian rintik-rintik gerimis pun turun membasahi bumi. Terpaksa saya harus kembali ke dalam tenda walaupun belum mendapat poto sunrise yang kece.

waiting the sunrise

Blessing in disguise!!

Tak sampai setengah jam setelah masuk tenda, terdengar teriakan-teriakan kecil di luar.

Karena penasaran saya pun melongok ke luar tenda. Ternyata, hujan kecil yang sempat menutupi momen sunrise-an tadi membawa efek yang lebih luar biasa yaitu munculnya pelangi di atas puncak rinjani.

One of the best rainbow i’ve ever seen!

Amazing!

Cuaca pun berangsur-angsur cerah. Matahari pagi dengan sinar keemasannya mulai menyangat.

Pemandangan di hadapan kami pun semakin terlihat indah.

“crop circle” persawahan di bawah yang berbentuk kotak-kotak berwarna hijau dan gugusan perbukitan di sekitar gunung rinjani benar-benar menyegarkan mata di pagi hari.

kolase bukit pergasingan

Pagi itu kami habiskan waktu dengan Jeprat-jepret-jeprat-jepret tak henti sambil tak hentinya kami memuji ciptaan Sang Maha Kuasa.

Malas rasanya beranjak untuk pulang :D

Setelah sarapan dan berkemas-kemas kami pun pulang.

One night trip yang takkan terlupakan. :D

dont trythis at home :D

***

Sedikit catatan yang harus diperhatikan ketika mendaki bukit pergasingan :

  • Mendakilah ketika musim kemarau, sebab jika hujan maka jalur pendakian akan cukup berbahaya
  • Persiapkan fisik dan mental sebelum mendaki
  • Bawalah baju penghangat karena hawa sangat dingin khususnya ketika malam sampai fajar menyingsing
  • Agar tidak memberatkan bawaan, kita tidak perlu membawa air terlalu banyak karena terdapat sumber mata air tak jauh daricamping ground
  • Jagalah kebersihan dan kelestarian alam dengan tidak melakukanvandalisme dan membawa pulang sampah
  • Di Desa Sembalun terdapat banyak Tracking Organizer yang menyediakan jasa profesional porter, guide dan peralatan camping. Jadi untuk kalian yang ngga pengin ribet, dapat menyewa porter dan guide lokal yang dapat menuntun serta membawa peralatan camping kalian. Jadi bisa fokus menikmati keindahan alam.

Salam lestari.


TAGS   bukit pergasingan / desa sembalun / wisata sembalun / gunung rinjani / wisata lombok timur /