life is beautiful

belajar dari badminton

15 Aug 2015 - 11:12 WIB

Jadi ceritanya kemarin siang saya nonton siaran langsung badminton bulutangkis di televisi.

Turnamennya namanya World Badminton Championship alias kejuaraan dunia bulutangkis yang berlangsung di Istora, Jakarta. Salah satu pertandingan dari 6 pertandingan perempat final yang diikuti pemain Indonesia adalah di nomor tunggal putri antara Lindaweni Fanetri melawan Tai Tzu wakil Taipei.

Di game pertama Lindaweni takluk 14-21.

Dan sebuah kejadian menakjubkan (khususnya bagi pendukung Indonesia) terjadi ketika Lindaweni tertinggal 14-20 di game kedua. 6 Match points untuk Tai Tzu, dimana artinya lawan hanya membutuhkan 1 poin lagi untuk maju ke babak semi final.

Saat itu pendukung di Istora mulai melempem, sorakan mulai melemah. Jauh berbeda ketika di awal pertandingan dimana hingar bingar teriakan pendukung Indonesa menggemah riuh rendah untuk Lindaweni. Cuitan pesimis dan pasrah pun mewarnai timeline twitter saya.

Tapi yang terjadi di lapangan sangat berbeda. Setelah skor 14-20, lindaweni berhasil mencicil poin-demi poin untuk menyamakan kedudukan 20-20. Dan keajaiban berlanjut ketika deuce. Lindaweni menang 2 poin selanjutnya dan menjadikan angka 22-20 untuk memaksakan rubber-game.

Di set ketiga mental lindaweni semakin positif dan di lain pihak Tai Tzu malah bermain semakin buruk setelah membuang peluang menang di game ke-2 tadi.

Amazingggg!!!

Seperti cerita heroik di film-film, dimana jagoan kalah dulu, trus berbalik menang secara dramatis, demikianlah yang terjadi kemarin. Lindaweni memenangi game ketiga untuk maju ke babak semifinal. 

**

Dari kisah kemenangan lindaweni tadi saya mencoba bercermin betapa seringkali kita mengalami hal yang cukup serupa.

Diremehkan, dianggap lemah/kalah, pesimis yang menguasai pikiran.

Namun dari perjuangan yang ditunjukkan Lindaweni, kita dapat belajar beberapa hal. Dalam posisi diremehkan tadi jika kita tak pernah menyerah, tetap berusaha sekuat tenaga, percaya diri dan tetap berpikiran positif mungkin sebuah hal indah (kemenangan misalnya) menunggu kita di akhir cerita.

mengalahkan musuh itu sulit, tetapi mengalahkan diri sendiri itu jauh lebih sulit.

“Impossible is nothing” adalah sebuah tagline produk olahraga yang sangat populer. Pada kenyataannya memang demikian. Tiada yang mustahil di dunia ini. 

Begitupula pentingnya dukungan. Seperti yang dialami Lindaweni, walaupun banyak penonton yang semakin lesu namun tak sedikit juga dukungan yang diberikan penonton lainnya, membuatnya semakin bersemangat dan lebih bersemangat untuk berjuang. Begitu juga dukungan pelatih yang luar biasa.

Dan last but not least, berdoa. Doa adalah kekuatan.

**

terima kasih Linda untuk pelajaran hidup yang sungguh berharga ini. 

Semoga kemenangan berlanjut hingga final dan bisa mengulangi prestasi Susi Susanti dulu.

IN DO NE SIA !!! *DUNG!!! DUNG!!! DUNG!!! DUNG!!! DUNG!!!*

 


TAGS   cerita inspiratif /