life is beautiful

datang, selfie, nyampah, pulang

20 Mar 2015 - 10:18 WIB

Belakangan ini di Pulau Lombok sedang ngetren sebuah hobi. NO!! bukan batu akik dan sejenisnya itu. Tapi hobi blusukan. Bukan blusukan ala pejabat atau dewan itu, tetapi blusukan yang dalam bahasa lokal/sasak istilahnya begerusuk yaitu ke lokasi-lokasi indah di pelosok Pulau Lombok yang masih perawan dan sulit dijangkau karena akses dan infrastruktur yang masih memprihatinkan.

Tua, muda, perempuan, juga laki-laki seperti berlomba-lomba untuk mencapai spot-spot keren itu. Fyi, memang di Pulau Lombok ada buanyakkkk sekali spot-spot keren nan perawan (baca : belum terjamah) mulai dari pantai, gili (pulau kecil) dan air terjun.

Imbas dari dunia sosial media juga memegang peranan penting atas hobi begerusuk ini. Ketika ada sejumlah orang menemukan spot baru misalnya pantai yang tadinya belum dikenal, lalu diunggah ke facebook, instagram, path, twitter dan sosmed lainnya, dan tak lama maka spot tersebut akan ramai-ramai didatangi pengunjung. Seperti efek bola salju, pengunjung lainnya juga akan melakukan hal yang sama yaitu mengunggah kembali poto tersebut dan begitu seterusnya sampai spot tersebut menjadi mainstream dan semakin ramai.

Kata menemukan diatas sengaja saya beri tanda kutip, karena sebenarnya pantai tadi tidak pernah hilang, sudah ada sejak lama kan? :D
Hanya saja pantai tersebut baru didatangi. Atau bisa saja sebenarnya dulu-dulu sudah ada pengunjungnya, tetapi karena belum ada kamera dan dunia sosmed maka belum ada bukti sahih kalau sudah pernah didatangi.

Lalu apa hubungannya hobi begerusuk tadi dengan judul postingan ini?

Gak tau juga sih berhubungan apa ngga. *nahlho! =))

Jadi gini.

Tren hobi begerusuk menikmati keindahan alam Pulau Lombok ini membawa efek positif dan negatif.

Positifnya diantaranya adalah semakin banyak objek wisata yang dikenal. Kalau sepuluh atau lima belas tahun lalu Lombok hanya identik dengan Pantai Senggigi dan Gili Trawangan-nya, kini wisatawan sudah ngga kaget lagi mendengar ada juga lho Pantai Kuta di Lombok. Ada juga lhoo Pantai berpasir pink di Lombok, namanya Pantai Tangsi di Lombok Timur. Belum lagi pantai sebui, pantai kaliantan, pantai semeti, air terjun mangku sakti dan puluhan air terjun lainnya di sekitar kaki Gunung Rinjani. Gokil yes? :D

Kalau udah makin dikenal, positifnya apa? ya per-pariwisata-an Lombok makin dikenal luas *lah malah mbulet ;)) maksudnya pariwisata makin maju, wisatawan makin banyak yang datang ke Lombok, pendapatan dari sektor wisata meningkat pastinya. Entah itu dari hunian hotel, travel sampai pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata tersebut.

Nah itu tadi positifnya. Kalo negatifnya, depz?

Lagi-lagi saya harus mengulang kata “makin dikenal”. Setelah makin dikenal, makin banyak pengunjung ya pasti makin ramai *yaiyalah depz! *digetok. Maksud saya begini. Masyarakat kita pada umumnya kan selalu bermasalah sama yang namanya menjaga kebersihan. Slogan “Jagalah Kebersihan” selalu hanya menjadi slogan. Disediain tong sampah aja masih buang sampah sembarangan kok. Apalagi tidak disediakan. Sampah pasti berceceran dimana-mana.

Ini ngga cuma teori, karena dari pengalaman saya melihat beberapa spot yang mulai terkenal setelah diekspos di sosmed, hampir selalu siklus yang terjadi seperti itu. Yaitu : terkenal -> ramai pengunjung -> sampah dimana-mana.

Pantai “pink” Tangsi di Lombok Timur, Batu Payung dan Taman Wisata Alam Gunung Tunak di Lombok Tengah, Pantai Nambung di Lombok Barat dapat menjadi contoh tersebut. Sebelumnya hanya menjadi pantai yang sepi dan bersih. Kini? Penuh pengunjung, kotor dan sampah dimana-mana. Sedih rasanya.

Sebenarnya hal ini tak perlu terjadi jika saja masyarakat dan pengunjung sadar untuk sama-sama menjaga kebersihan. Masa sih ngga merasa sayang kalau spot yang indah itu harus dirusak oleh penikmatnya sendiri. phew….

Janganlah menjadi pengunjung yang cuma datang, selfie, nyampah lalu pulang.

Tanamkan kesadaran dan terapkan di lingkungan sekitar. Trus jangan sungkan untuk menegur mereka yang seenaknya buang sampah. Jambak aja jambak!

Lombok itu indah. Tanpa sampah kalian.

Please…. Keep Lombok Clean.

Please…

972f59421a9506ceb3f3ec193e24eab1_ava-tw2-small

*source photo : @kelilinglombok


TAGS   lombok itu indah / pantai nambung / pantai semeti / batu payung / keep lombok clean /