life is beautiful

Trekking to Rinjani, The unforgettable moments (part 3-end)

22 Oct 2014 - 09:31 WIB

sebelum baca yang ini, ada baiknya baca part 1 dan part 2 :)

***

mas khrisna menunjuk sebuah titik di atas sana untuk menunjukkan di mana lokasi pelawangan senaru yang menjadi target camping malam ini.

Hmmm… rasanya tak terlalu jauh.

Tapi berdasar pengalaman selama 2 hari ke belakang, apa yang nampak dekat oleh mata biasanya berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh kaki :))

Berjalan dengan kaki-kaki yang masih pegal-pegal (walau sudah 2x berendam di air panas ber-belerang) saya dan istri menyusuri sisi danau dan setengah mengitarinya.

Mengagumkan rupanya keindahan danau segara anak ini dari angle manapun. Luar biasa memang Sang pencipta.

at lake

*narsis di depangunung alpen danau segara anak*

Setelah hampir setengah sisi danau kami susuri, kamipun mulai ditantang oleh jalur menanjak. Untungnya, walau sudutnya cukup curam jalur pendakian ini melewati pepohonan rindang. Jadi cukup menghibur di tengah panas terik.a604f85530bcf123d1795899a7b2e9f9_img_0120

*siap mendaki*

Sesekali kami beristirahat duduk di bebatuan karena terengah-engah mendaki.

Oh iya, ada banyak pelajaran yang saya pribadi dapatkan ketika mendaki 2 hari ini. Salah satunya adalah

menghargai hal-hal kecil yang terlihat sepele selama ini. Contohnya? Saya sangat bersyukur membawa sachet-an nutris*ri. Betapa tidak, ditengah dahaga dan panas terik seperti hari ini, air dingin+nutris*ri adalah surga kecil yang sungguh saya dan istri nikmati dan syukuri. Sumpah deh! :D Selain snack dan minuman, hiburan kami ketika kelelahan adalah view danau segara anak + gunung baru jari. Bagaimana tidak, view keduanya jika dilihat dari posisi yang semakin tinggi maka semakin indah. Itulah yang memacu kami untuk tetap semangat melangkah.

ngaso

*beristirahat sambil narsis dengan bekgron keceh*

Sekitar jam 2 siang kami sampai di batu ceper. Tempat beristirahat dan makan siang. Setelah lunch, kami lanjut menuju pelawangan senaru.

****

Pendakian semakin menantang adrenalin. Melewati bebatuan dan tak jarang di beberapa spot untuk melewatinya kami harus memanjat dan harus sangat berhati-hati sekali agar tak tergelincir. Ngeri cyiiinn :D. Ajaibnya, para porter-porter sakti itu melewatinya seperti lenggang kangkung biasa aja gitu. Padahal mereka masih memikul beban berat dan hanya ber-sandal jepit-ria.Jalan setapak di sisi bukit dimana sisi lainnya adalah jurang benar-benar membuat perjalanan semakin “seru”. Dan untungnya (lagi-lagi) keindahan alam rinjani benar-benar mampu men-distraksi ketakutan kami.

7bfcf40834b88e92cedde81a47741504_gunung-baru-jari

*kaldera nampak dari perjalanan menuju pelawangan senaru*

Jam 5-an kami akhirnya tiba di pelawangan senaru. Puji Tuhan.

***

Seperti biasa, tenda kami sudah berdiri dengan gagah.

Tak langsung masuk kw tenda, kami menikmati pencapaian kami sambil bersyukur atas penyertaan Tuhan.

Keindahan alam pelawangan senaru benar-benar menakjubkan. Di ketinggian 2641mdpl, Danau segara anak tampak sempurna di bawah sana. Berbeda dengan pelawangan sembalun dimana view danau hanya nampak sebagian, di pelawangan senaru kita dapat menyaksikan full view. Di sisi barat nampak matahari senja yang mulai terbenam. Sedangkan di atas kepala kami nampak bulan yang mulai menampakkan dirinya. Ah keren abis pokoknya!!

17f9bd348a900fe325363afb746e6471_img_0203

*yeay! finally sampai di pelawangan senaru*

84ccd33e226cc2aa24c5f2edad0f254d_img_0215

*bulan menampakkan dirinya*

Amazing God.

Setelah puas jepret-jepret, kami masuk ke tenda karena cuacapun semakin dingin. Menurut saya, jauh lebih dingin dari pada pelawangan sembalun dan di danau.

Jaket, sacrf, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, training, sleeping bag dan masker rupanya tak mampu mengalahkan dingin malam itu. Untungnya saya punya penghangat pribadi se-tenda dengan istri. LoL :D

Kami sempat keluar sebentar ketika malam untuk menikmati panorama malam. Nampak lampu-lampu perumahan di lombok utara di bawah sana, sementara sinar bulan memantulkan cahaya yang indah dari danau. Subhanallah. Lalu kami kembali ke dalam tenda untuk beristirahat.

***

- D a y I V -

Jam 7.00 pagi kami terbangun. Pagi ini kami beruntung, karena cuaca cerah, 3 gili (trawangan, air dan meno) plus puncak gunung agung di bali nampak dari pelawangan senaru.

3-gili

*3gili dan puncak gunung agung nampak dari pelawangan senaru*

Anyway, Sudah hari ke-4 dan kami harus pulang.

Rasa senang karena akan pulang bercampur dengan keharuan sedih karena kami harus meninggalkan keindahan gunung rinjani. :D

Sarapan kemudian packing. Jam 8-an Kami siap untuk pulang.

Jalur pelawangan senaru-senaru adalah jalur menurun melewati hutan lindung. Tak terlalu meletihkan tetapi cukup menyiksa lutut karena kaki harus menahan beban ketika kami melangkah turun. Di sepanjang hutan lindung menuju senaru kita bisa menyaksikan vegetasi alam yang sungguh rimbun dan subur juga banyak monyet-monyet hitam yang bergelantungan mencari makan. Kami pun tiba di pintu senaru pukul 18.00 wita.

00a2120ec1a42b8e5770e7f482abead2_dscf0288

*titik finish*

Perjalanan seru, menantang, mengasyikkan dan tak akan terlupakan itu berakhir di sini. :D Puja dan puji syukur kepada sang pencipta tak habis-habisnya terucap dari bibir kami berdua.

We’re absolutely blessed, don’t we? :)

Rinjani, i will be back. :D


TAGS   rinjani / gunung rinjani / pelawangan senaru / trekking rinjani / rinjani trekking / keliling lombok /