life is beautiful

Trekking to Rinjani, The unforgettable moments (part 1)

13 Oct 2014 - 10:15 WIB

Konon, kata orang mimpi itu bisa datang tanpa diduga.

Demikian juga ketika mimpi menjadi nyata, terkadang momennya pun datang tiba-tiba.

Seperti halnya yang terjadi pada saya beberapa waktu yang lalu. A Dream comes true.

Mimpi saya itu sebenarnya sederhana, tapi untuk mewujudkannya ternyata tak sesederhana memimpikannya. Mimpi saya itu “cuma” nanjak gunung rinjani aja kok.rinjani dari kejauhan

*gunung rinjani*

Setelah merantau 13 tahun di Lombok saya hanya mendengar, membaca dan menyaksikan keindahan gunung rinjani lewat cerita, foto, video, ataupun berbagai media seperti sosmed.

13 tahun di Lombok hampir ratusan pantai, puluhan air terjun, desa adat dan macam-macam lokasi wisata sudah saya kunjungi. Tinggal gunung rinjani saja, maka lengkaplah. Bahkan, seorang teman berujar “kalo udah ampe rinjani, wisuda dah lu dep”. =))

Lalu… mengapa selama ini sulit mewujudkannya dep? Ya karena berbagai macam alasan (yang dibuat-buat) seperti susahnya mengatur jadwal cuti, mengumpulkan teman yang bisa barengan, bujet dan lain-lain. Biasanya ketika bisa cuti, malah temen-temen ngga ada yang bisa or cuaca yang membuat pendakian ke gunung rinjani ditutup (biasanya setiap tahun jan-maret).

Nah, awal oktober kemarin sepertinya semesta berkonspirasi mendukung niat saya ini. Dimulai dari libur kerja istri, cuti saya juga di-approve, kebakaran hutan yang terjadi sudah berhenti (fyi, sebelumnya karena musim kering, terjadi beberapa kebakaran hutan dan savana di beberapa titik Taman Nasional Gunung Rinjani) dan beberapa teman yang rela meminjamkan peralatannya untuk kami.

Persiapannya sendiri cukup mepet, konon kata orang kalo persiapan jauh-jauh hari biasanya lebih sering gagal kan? :D, ya kami mulai mempersiapkan pendakian ini baru pada h-1. Porter, perlengkapan, logistik dan lain-lain kami serahkan pada trip organizer. Alasannya, karena kami ini bukan pendaki profesional atau pendaki dengan jam terbang tinggi, maka kami benar-benar ingin menikmati keindahan ciptaanNya dengan bersantai. 90% barang yang kami bawa kami serahkan ke porter. Hanya 1 tas daypack dan 2 tas sandang kecil berisi kamera dll yang akan kami bawa sepanjang perjalanan.

Karena beberapa teman yang kami ajak sulit untuk mengatur jadwal cutinya, akhirnya fix peserta trip kali ini hanya saya dan istri. Ini sih namanya honeymoon, yes? :))

***

- D a y I -

The day has come

Sabtu pagi kami memulai pendakian.

Oh ya, untuk mendaki G. Rinjani ada 2 jalur resmi yaitu melalui Senaru dan melalui Sembalun. Menurut beberapa teman, kalau memulai via senaru maka trek awal yang dilalui adalah hutan-hutan rindang, namun cukup berat karena langsung nanjak. Oleh sebab itu kami memilih memulainya lewat jalur Sembalun karena trek awalnya dimulai dengan jalur savana yang cukup datar sehingga tidak langsung menguras tenaga.

Oke, dengan penuh semangat kami siap menaklukkan G. Rinjani ini.

rinjani, i'm coming

* Rinjani i’m coming! *

Setelah packing dengan 2 orang porter yaitu mas khrisna dan mas poan, sekitar 8.30 setelah registrasi dan membayar tiket masuk kami memulai trekking lewat bawaq nao. Selain kami berempat, rupanya cukup banyak rombongan lain selain kami, dan yang cukup mengherankan mayoritas mereka adalah para bule.

Perjalanan dimulai dengan melewati perkebunan warga, setelah hutan kecil lalu kami pun melewati savana nan begitu indah. Padang ilalang yang hijau kekuningan, kontras dengan awan putih dan indahnya langit biru mengingatkan saya akan desktop walpaper windows :D

savana

*narsis di tengah-tengah savana*

Selain savana, mata kami dimanjakan oleh perbukitan hijau ala-ala new zealand gitu deh :))

whats'up doc? :D #selfie

*whatsup doc?*

niu zilen look a like? :P

*new zealand look-a-like :D *

Tak terasa jam 11.00 kami sudah berada di pos 1. Istirahat kurang lebih 15 menit kamipun melanjutkan perjalanan dan tiba di pos 2 pukul 12.10

Rupanya mas poan dan mas khrisna yang sedari tadi sudah mendahului kami telah tiba di pos 2 dan sedang memasak makan siang. Pos 2 siang itu dipenuhi banyak sekali pendaki yang beristirahat. Mirip pasar pokoknya. Mungkin karena di pos 2 ini terdapat sumber mata air jadinya para porter ataupun pendaki memilih pos ini untuk beristirahat dan makan siang.

Setelah kenyang kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan ke pos 3. Bukan apa-apa, takutnya kalau kebanyakan istirahat kami malah malas jalan lagi. =D

Jalur pos 2 ke pos 3 mulai menantang, perbukitan yang harus kami lalui mulai terjal. Belum lagi terik matahari semakin tepat diatas kepala kami menambah tantangan siang ini. Sambil jeprat-jepret, ngemil snack yang kami bawa, sesekali berkenalan dengan rombongan-rombongan yang mendahului kami menjadi hiburan kami sepanjang perjalanan.

Sekitar jam 3 sore kami sudah berada di pos 3. Hanya 5 menit kami beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Target kami adalah tiba di pelawangan sembalun sebelum gelap gulita. Lintasan semakin terjal, bukit demi bukit dengan tanah berdebu menyulitkan kami. Sungguh menguras tenaga. Dasar kami memang sedari awal tidak ingin terlalu ngoyo dan berniat santai, maka speed kami benar-benar lambat. Tiba di pos extra sebelum pelawangan saja sudah pukul 5 sore.

Mas poan dan mas khrisna sudah menanti kami. Melihat kami yang kepayahan, mereka menawarkan kami untuk menginap saja di pos extra ini. Tawaran ini langsung kami iyakan :D

Dalam waktu yang tak terlalu lama, 1 buah tenda untuk kami dan 1 buah tenda untuk mas-mas porter pun berdiri. Sebelum menyelinap masuk ke dalam tenda kami puas-puasin menikmati keindahan sore alam sekitar. Pepohonan pinus, puncak rinjani dan perkampungan sembalun dari kejauhan membuat sore itu nampak sempurna.

our tent

*camping dengan latar puncak rinjani*

Karena angin mulai kencang dan terasa dingin, kamipun segera masuk ke dalam tenda untuk beristirahat, sementara mas khrisna dan mas poan memasak untuk makan malam kami.

Saking kelelahannya, sesudah makan malam, kami langsung tertidur pulas sampai pagi.

***

- D a y I I -

Terbangun jam 6-an kami langsung sarapan sambil menikmati view yang luar biasa.

Tak habis-habisnya kami terkagum-kagum akan keindahan ciptaanNya.

good morning

*ngupi sambil menikmati keindahan pagi*

Setelah sarapan dan berkemas-kemas, sekitar pukul 7 kami melanjutkan perjalanan duluan. Ya, karena mas khrisna dan mas poan masih harus membereskan tenda, peralatan masak dan lain-lain.

Trek pagi ini jauh lebih menantang daripada kemarin sore, Tanjakan semakin terjal. Beberapa porter menyebutnya bukit 5 langkah. Alasannya, karena kita hanya mampu maksimal melangkah sampai 5 langkah kemudian berhenti untuk menarik nafas dan beristirahat. Kurang lebih ada 3 bukit sampai dengan bukit terakhir yang terkenal dengan nama bukit penyesalan.

Dinamakan bukit penyesalan karena konon ketika para pendaki sampai di titik ini mereka sangat kelelahan dan sangat mungkin menyesal. Untuk kembali pulang sangat jauh, untuk melanjutkan perjalanan juga masih butuh wqkdu.

Anehnya saya dan istri sama sekali tidak merasa menyesal sedikitpun :P

Walau sudah kami tinggal lebih dari setengah jam, mas khrisna dan mas poan mendahului kami. Porter-porter ini memang layak disebut “hercules”nya lombok. Bayangkan, dengan jalur mendaki dan membawa barang yang +-50kg per orang mereka bisa berjalan dengan speed yang luar biasa. Ajaibnya lagi, mereka hanya menggunakan sendal jepit lho. :D

Setelah 3 Jam lamanya mendaki ,mungkin sebagian dari waktu ini kami habiskan untuk mengaso, Akhirnyaaaa…….kami pun tiba di pelawangan sembalun.

Jujur, saya Sampai meneteskan air mata ketika tiba di pelawangan sembalun ini. Terharu atas penyertaaanNya dan kekuatan yang diberikan hingga kami sampai (walaupun baru hanya sampai di pelawangan sembalun). Belum lagi menyaksikan keindahan danau segara anak dari sini. Bunga edelweiss pun dimana-mana. Ah indahnya. Saya dan istri hanya bisa terduduk kagum.

Ada pengalaman unik kami alami Di pelawangan ini. Ternyata di pelawangan sembalun ada pedagang minuman ringan dan karena kehausan kami sempat membeli sprite kalengan. Sprite termahal yang pernah saya beli. 30ribu/kaleng. :D

at pelawangan sembalun

*narsis di pelawangan sembalun*

….

bersambung ke part 2 –> disini


TAGS   rinjani / gunung rinjani / trekking rinjani / sembalun / pelawangan sembalun / senaru / danau segara anak / 3726 mdpl /