life is beautiful

gili bidara dan gili kondo (serpihan surga di lombok timur)

12 Jun 2012 - 12:53 WIB

Jalan-jalan lagi yuks…

Mari lanjut mengenal gili-gili lain di sekitar Lombok.

Masih inget cerita kemarin saya yang gagal mengunjungi Gili Kondo dan akhirnya ke Gili Sunut kan? kalo ga inget bisa dibaca disini :p

Nah wiken kemarin mimpi yang sempat gagal itu akhirnya terwujud.

Berhasil memprovokasi 3 orang teman lainnya, akhirnya kami berempat mengunjungi Gili Kondo dan gak cuma itu, bonus Gili Bidara, Gili Lampu dan Gili Bagik.

Untuk sampai ke Gili Kondo kami berempat start jam setengah 9 pagi dari Kota Mataram. Menggunakan kendaraan roda empat, kami tiba di Sambelia sekitar jam 11. Sambelia adalah nama daerah di Lombok Timur tempat kita menyeberang ke Gili Kondo cs.

Sesampainya disana kami langsung dihampiri para pemilik perahu yang biasa menyewakan perahunya bagi tamu. Dari informasi teman yang bulan lalu pernah kesini, biaya mencharter perahu adalah 150 ribu untuk PP. Setelah nego dengan beberapa pemilik perahu kami akhirnya mendapatkan penawaran bagus yaitu 200 ribu. Lebih mahal 50 ribu tapi bedanya kalau teman kami itu 150 ribu untuk ke Gili Kondo-nya saja, nah 200 ribu ini untuk berkeliling semua pulau. Asik kan?

Kami berempat pun menaiki perahu. Perahu motor ini berukuran sedang. Kira-kira dapat menampung maksimal 12 orang. Karena jarak Pulau Lombok dan ke empat gugusan gili di selat Lombok itu tidak terlalu jauh, maka panorama pemandangannya sudah bisa dinikmati dari kejauhan. Kamipun bergegas mengeluarkan kamera masing-masing. Kebetulan kami berempat memiliki hobi yang sama, fotografi. Tak sampai 20 menit kami pun sudah tiba.

***

Gili Lampu

Persinggahan pertama adalah Gili Lampu. Pulau yang seluruhnya dipenuhi oleh mangrove ini nampak hijau sekali. Sayangnya karena air sedang surut maka perahu tak dapat bersandar. So, kami hanya menikmati pemandangan pulau Gili Lampu dari atas perahu dari kejauhan. Menurut informasi Fandi, awak perahu, spot snorkeling/diving paling bagus adalah di sisi Tower di samping Gili Lampu ini. Berhubung kami tidak berencana untuk snorkeling/diving maka okelah cukup dicatat, mungkin untuk kunjungan berikutnya :D

Gili Bidara

Next Stop is Gili Bidara. Gili Bidara ini persis berada di sisi Gili Lampu. Pulau Kecil ini sudah menampakkan pesonanya bahkan ketika kami belum menginjakkan kaki. Gradasi Air Laut berwarna biru, hijau toska dan putih dan pasirnya yang berwarna putih dan kemerahan (menjurus ke pink) nampak seperti menjadi “cincin” yang melingkari pulau ini.

Coba lihat poto dibawah ini. Seperti kristal bening warna airnya bukan?

gili bidara

gili bidara

Tak sabar kami ingin meloncat untuk segera menginjakkan kaki di pulau ini. Saking tak sabarnya, salah satu dari teman kami sebut saja mawar terperosok dan tersungkur di pantai. Apa sebab? Rupanya pasir pantainya sangat halus dan ketika dipijak maka kaki akan seperti terbenam melebihi matakaki. Haha.. Beruntung kami belajar dari kawan itu sehingga kami berhati-hati untuk tak mengulangi pose kesalahan yang sama.

Sebuah plang “Selamat datang di Gili Bidara” buatan Dinas Pariwisata menyambut kami.

Menurut Fandi, pulau kecil ini terkenal dengan ubi jalarnya yang manis. What? kami tak percaya. mana bisa di pulau yang kecil ini ada bagian tanah suburnya? Sedangkan sejauh mata memandang hanya terlihat alang-alang berwarna coklat dan kering. Sejenak tak kami hiraukan ucapan dari Fandi tadi. Masing-masing dari kami sibuk mencari angle dan komposisi terbaik untuk menghasilkan jepretan keren sambil berjalan mengitari pulau. Setengah pulau sudah kami susuri dan di seberang sana nampak Gili Kondo.

Ternyata kami menemukan berugak (bahasa sasak untuk menyebut pendopo) yang bisa kami jadikan tempat istirahat. Selesai beristirahat kami berniat memotong jalan untuk menghemat waktu untuk kembali ke perahu. Nah disinilah kami melihatperkampungan nelayan dengan rumah “bedek” ala kadarnya yang tak terlalu banyak. Disini kami menjumpaiseorang bapak yang sibuk mengumpulkan ubi jalar. Wah benar juga apa kata Fandi tadi. Si Bapak habis panen sepertinya. Teringat dengan cerita Fandi tadi kami memutuskan untuk membeli ubi jalar itu sebagai oleh-oleh sekaligus ingin membuktikannya (Dan setelah tiba di rumah dan ubi jalar tersebut dimasak, memang benar kalau ubi jalar berwarna ungu itu memang manis dan nikmat). Haha… jarang-jarang kan denger orang wisata pantai malah pulang-pulang membawa ubi jalar :D

Fyi, kami memperkirakan untuk mengitari pulau ini setidaknya butuh 40 menit berjalan kaki. Tak begitu luas kan?

Kembali ke perahu dan kamipun melanjutkan perjalanan.

tiga gili di lombok timur

Gili Kondo

Menurut informasi dari nelayan yang kami temui di Gili Bidara tadi, nama sebenarnya dari Pulau ini adalah Gili Bagik. Sedangkan Nama Gili Kondo adalah pulau lebih kecil (berukuran sekitar 50 meter persegi) yang ada disisi barat pulau. Entah bagaimana ceritanya sampai malah Gili yang lebih besar ini disebut Gili Kondo, mereka pun tak tahu. Anehnya ketika menjejakkan kaki di pulau, ada 2 buah plang yang satu bertuliskan Gili Bagik dan yang satunya adalah Gili Kondo. Labil? Maybe. Haha

Gili Kondo ini indah sekali. Hamparan pasir putih halus menyambut dan terdapat beberapa berugak yang tersedia sangat memanjakan pengunjung. Kami pun langsung menuju berugak untuk menurunkan muatan, termasuk makanan yang kami bawa. Kini kami siap untuk menyantapnya sambil menikmati semilir angin pantai dan view menakjubkan dihadapan kami. Perfetto!

Ukuran Gili Kondo ini tak berbeda jauh dari Gili Bidara, hanya saja pepohonan membuat terasa lebih adem di Gili Kondo ini.

Selesai makan siang kami berkeliling pulau menikmati pulau kecil Gili Kondo “yang asli” dan ternyata best view nya memang di sisi barat. Karena dari sini kita bisa menyaksikan kemegahan Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Indah sekali.

Di Gili Kondo terdapat sebuah penginapan kelas “homestay”. Jadi untuk pengunjung yang ingin merasakan sensasi menginap di Pulau tak perlu khawatir. Atau jika anda backpacker, bisa camping di pantai. Yeap, menurut informasi dari awak kapal tamu diperbolehkan camping di pantai. Membayangkannya saja sudah membuat kami excited. Sayangnya kami memang tak berencana untuk menginap. Some other time, maybe.

Selesai berkeliling waktunya byur byurrrr… :D FYi lagi, disini juga ada spot snorkling loh. dan ada penyewaan alat snorklingnya.

Puas jepret-jepret, perut kenyang, mandi-mandi dan menikmati panorama, kami pun pulang.

Hari yang menyenangkan.

Buat yang udah pernah dan bosan akan hiruk pikuknya Gili Trawangan, GIli-gili di Lombok Timur ini bisa menjadi alternatif liburan. Dijamin ga kalah indah.

***

album yang dijamin bikin ngiler ada –> disini

Lombok itu indah :)


TAGS   Gili di Lombok / wisata Lombok / lombok itu indah / gili lampu / gili kondo / gili bidara / gili bagik / sambelia / wisata di lombok timur / lombok travel / gili islands / gili di lombok timur /