life is beautiful

Gili Sunut, ke’cantiknya

28 May 2012 - 14:32 WIB

0f25864dd2daad062a70f657c1ba0ae8_panorama-gili-sunut2

panorama gili sunut (klik gambar untuk memperbesar)

***

Gili trawangan, Gili Meno, Gili Air, Gili Nanggu, Gili Kedis, Gili Tangkong, Gili Sudak

Ada yang familiar dengan nama-nama gili diatas?

Berani taruhan pasti 3 gili yang disebut duluan.

Apah?? Cuma Gili Trawangan??

*tepokjidad*
*jidadnyamentripariwisata* :))

Okeh, bek tu postingan ini..

Seumur hidup di Lombok, saya “baru” pernah menginjakkan kaki ke 7 Gili diatas. Fyi, Gili itu artinya pulau kecil. Ketujuh Gili itu tersebar di sekeliling Pulau Lombok. Sebenarnya, masih ada banyak lagi Gili lainnya. Serius! Gili Maringkek, Gili Kondo, Gili Sulat, Gili Lampu, Gili Gede dan lain-lain. Keindahannya? Yah karena belum pernah saya singgahi so tetep stay tuned aja di blog ini. :P

Nah long wiken kemarin itu seperti biasa. Saya menyusun kekuatan untuk menyerang FPI rencana liburan. Salah satu tujuannya adalah Gili Kondo. Tetapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya tujuan bergeser ke Gili Sunut.

Pertama tau Gili Sunut itu dari temen, terus sempet nyasar di salah satu blog (lupa nama blognya) trus liat poto-potonya, kayaknya ciamik dan akhirnya manfaatin google earth untuk tau lokasinya.

Nah setelah konfirm temen-temen untuk jalan-jalannya akhirnya kami berangkat ber-6 menggunakan mobil jenis minibus. Semuanya sama-sama belum pernah kesana.

Gili Sunut ini berada di bagian selatan Pulau Lombok. Kalau dari Mataram membutuhkan 2 jam-an sedangkan dari Bandara Internasional Lombok, Pujut-Lombok tengah membutuhkan sekitar 1,5 jam perjalanan darat. Oh iya, jangan mengharapkan bisa menggunakan transportasi umum ke lokasi ini. Rent car/motorbike menjadi pilihan terbaik.

Seperti halnya mencapai Tanjung Ringgit atau Tanjung Bloam maupun Pantai Pink, seperempat dari perjalanan akan menempuh jalanan rusak yang akan sangat menyiksa kendaraan dan penumpang. Aspal rusak, berlubang, dan jalan tanah mendominasi di sekitar setengah jam terakhir. Terinspirasi dari komentar pak presiden, saya akan menyebut kata yang sama “prihatin” melihat akses jalan yang ditempuh sejak jerowaru sampai dengan gili sunut. Tak usah mengharapkan jalan bagus, marka/penunjuk jalan saja sulit ditemukan. So, saran saya bawalah guide yang tau lokasi, atau rajin-rajinlah bertanya dan hati-hatilah berkendara.

Bahkan kami pun sempat kesasar sekali. *tutup muka*

Setelah sempat frustasi dan hampir memutuskan untuk berbalik arah kami akhirnya menemukan Gili Sunut.

Berbeda dengan Gili-gili lainnya dimana kita harus menggunakan boat/perahu untuk mencapainya, ke Gili Sunut kita tidak perlu boat/perahu sama sekali. Karena yang memisahkan Gili Sunut dari Pulau Lombok hanya garis pantai sepanjang kira-kira 100 meter yang kalau sedang surut bisa kita lalui dengan berjalan kaki.

Gili Sunut sudah nampak dari kejauhan, hanya saja kami harus memarkir mobil kami diatas bukit kecil karena mobil ataupun kendaraan bermotor tidak bisa turun. Jadi, di bukit ini pun terdapat motor-motor yang parkir milik warga penghuni Gili Sunut. Karena sudah agak siang dan kami sudah mulai kelaparan, maka kami memutuskan untuk “piknik” di bawah pohon.

Semua bekal makanan langsung dikeluarkan dan beralaskan kain kami menyantap brunch sambil menikmati pemandangan luar biasa dihadapan kami. Sedapnya!

gili sunut (klik gambar untuk memperbesar)

gili sunut (klik gambar untuk memperbesar)

Perut kenyang, saatnya menjelajah pulau.

Menuruni bukit, hamparan pasir putih memerah menyambut kami. Panas terik tak kami indahkan karena sibuk memanjakan mata dengan panorama disekeliling. Deretan perahu nelayan berjejer disepanjang pantai dan di kejauhan tambak-tambak mutiara membuatnya semakin cantik.

Pulau dengan luas sekitar 7,5 hektar ini didiami oleh kurang lebih 450 orang. Dan mayoritas penduduknya mencari nafkah menjadi nelayan.

Menurut informasi, dalam waktu yang tak lama lagi pulau ini akan segera di-komersialisasi-kan. Sebuah perusahaan swasta akan membangun resort pribadi atau suite villas bintang 6 disini. Yeap! Hotel/resort bintang 6 pertama di Lombok. Bagi penduduk aslinya sendiri sudah disiapkan komplek perumahan yang cukup respresentatif di Lombok tak jauh dari kami memarkir mobil tadi sebagai kompensasi relokasi tersebut.

Sekilas berpikir, “wah kalau resortnya udah jadi, bakalan susah lagi ke gili sunut ini” hmmmm…

Sesampainya di Gili Sunut kami sempat berbincang-bincang singkat dengan beberapa penduduk lokal dan bermain-main dengan anak-anak yang antusias jika orang baru datang. Setelah itu kami menuju bukit dibelakang perumahan penduduk. Bukit ini dipenuhi dengan alang-alang. Indah sekali. Kontras dengan pemandangan pantai, pulau-pulau kecil yang di dominasi biru dan putih sementara alang-alang dan pepohonan berwarna hijau dan kekuningan.

Jeprat-jepret sampai bosan, tujuan berikutnya adalah pantai di balik bukit.

Gili Sunut ini dikelilingi pantai yang sangat bersih dan alami. Air lautnya bening sekali, seperti transparan ikan-ikan yang bergerombol nampak dari atas. wow!

Setelah puas kami pun kembali ke mobil dan pulang.

***

Saya cukup yakin, suatu saat Gili Sunut ini akan menjadi sensasi baru bagi pariwisata NTB maupun Indonesia.

Gili Sunut, ke’cantiknyaaaa…..!

nb : ke’cantiknya adalah ungkapan yang biasa digunakan masyarakat lombok untuk mengungkapkan kecantikan yang luar biasa (sangat cantik)

penasaran dengan foto lainnya, sila klik album -> disini

#lombokituindah


TAGS   Gili di Lombok / tanjung ringgit / tanjung bloam / Pantai Tangsi / lombok itu indah / gili sunut / pantai pink di lombok /