life is beautiful

perjalanan ke kaki gunung rinjani

19 Aug 2009 - 09:14 WIB

Lagi - lagi saya dan teman teman melakukan touring. Dan jika bulan lalu kami berkeliling Bali, maka long wiken kali ini kami berkeliling Lombok.

Tujuan utamanya adalah berwisata ke Taman Nasional Gunung Rinjani yang berada di Sembalun - Lombok Timur.

Kali ini peserta touring berenam. Yaitu Aku, Ririn, Niar, Yetty, Surya dan Dody. Menggunakan 3 sepeda motor, kami berangkat dari Mataram jam 12 Wita.

Dari kami berenam belum ada seoranpun yang pernah ke Sembalun. Jadi wajar jika kami semua sangat antusias. Sebenarnya cita-cita kami adalah “nanjak” Gunung Rinjani nya. Tapi apa daya, waktu yang terbatas membuat kami sulit mewujudkannya. Tapi tak apa, peribahasa lama sepertinya masih berlaku. Tak ada rotan akar pun jadi. Ga bisa ke puncak Rinjani, yahhh sampe kakinya pun tak apalah :D

Sebelum berangkat, kami mengumpulkan info-info mengenai lokasi, trek dan hotel yang akan kami tempati. Dan mendapat beberapa komentar yang beragam. Seperti “siapin 3 jaket, karna disana dingin banget”, “wat? naek motor? nekad…”, “jalurnya cukup menyeramkan, dengan tanjakan dan kelokan-kelokan mautnya”. Cukup membuat kami was-was namun tidak mengurungkan sedikitpun niat kami.

Karena berniat menikmati perjalanan, kami sengaja tidak memacu motor kami dengan kecepatan tinggi. Alon-alon waton kelakon seperti orang jawa bilang. :D

Sempat mampir di Suele untuk makan siang, kami akhirnya memasuki Hutan Lindung sekitar pukul setengah 4 wita. Hutan yang sangat asri dan begitu rimbun. Suasana sejuk khas pegunungan mulai terasa dan tidak itu saja, kabut yang cukup tebal menyambut kami. Sempat berhenti untuk menikmati (baca: berpoto narsis) hutan dan view plus kabutnya dan kemudian perjalanan dilanjutkan dengan medan tanjakan dan kelok-kelok yang cukup berbahaya, persis seperti cerita rekan kami.

image000011

Tepat disuatu lokasi yang merupakan satu puncak, kami beristirahat dan ternyata disana ada 1 berugak (seperti pendopo) yang berjualan strawberry dan makanan kecil lainnya. Tak sabar, kami langsung membeli strawberry segar tersebut… Yummy…

Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Kira-kira 10 menit menuruni lereng kami memasuki daerah pemukiman Sembalun.Pemukiman di Sembalun cukup ramai dan padat rupanya. Ternyata Sembalun terbagi dua wilayah. Sembalun Lawang dan Sembalun Bumbung. Dan tujuan kami adalah Sembalun Lawang, karena hotel tempat kami akan menginap berada disana. Ternyata saking santainya, perjalanan normal 2,5 jam menjadi 4 jam lebih.

Check in …

Hotel yang cukup bagus. Rate semalamnya 175 rb include breakfast. Kami memilih dua kamar. 1 Kamar untuk 3 cowok dan 1 kamar lagi untuk 3 cewek. Jadi tidak akan terjadi hal-hal yang diinginkan :D

Karena hujan dan terlalu sore untuk berjalan-jalan, kami pun memutuskan untuk di kamar saja menikmati sejuknya (lebih tepatnya duinginnn) sembalun. Keluar malem pun hanya untuk membeli makan malam. Ketika kembali makan malam, kami baru menyadari bahwa ternyata penduduk sembalun pun lebih suka berada di dalam rumah ketika malam. Kami mengambil kesimpulan demikian karena ketika kami keluar, kami tak melihat penduduk yang berlalu lalang di jalan umum. Tak terdengar suara kendaraan kecuali motor kami. Sungguh hening.

Kembali kehotel dan kami pun kelelahan (plus kekenyangan)…..zzzzz…zzzzz

Pagi-pagi kami bangun jam 7 Wita. Dan pemandangan yang memukau tampak dari pintu depan kamar hotel kami. Ternyata kamar kami menghadap tepat ke gunung rinjani. Karena sejak sore kemarin kabut benar-benar menghalangi pemandangan kami, sehingga kami sama sekali tak sadar akan lokasi rinjani berada dimana. Rasa kantuk dan dingin tak lagi kami pikirkan. Kami pun menghambur menuju depan untuk mengabadikan momen indah tersebut.

image000021

Puas berfoto-foto dengan rinjani, kami berkeliling ke sembalun bumbung dan sembalun lawang. Menikmati kebun-kebun bawang, kentang dan strawberry.

image00003

Rasa dingin yang menusuk walaupun sudah menginjak siang tak lagi menjadi masalah. Pemandangan di sembalun membuat kami tak mengindahkan lagi rasa dingin disekujur badan kami. Stok memory di tiga kamera kami benar-benar kami manfaatkan.

image000041

Jam 10 kami kembali ke hotel untuk menikmati sarapan dan bersiap-siap untuk check out.

Jika rute kedatangan kami menuju sembalun Mataram(Lombok Barat) -Lombok Tengah - Sembalun (Lombok Timur), maka kami memilih rute yang berbeda untuk kembali ke Mataram. Sembalun - Bayan (Lombok Utara) - Mataram menjadi trek kami.

Sebelum tiba di Mataram, kami sempat pula mampir ke sebuah desa tradisional di Desa Segenter yang berada di Lombok Utara.

Ngemeng-ngemeng dalam kurang lebih 24 Jam kami telah berkeliling Lombok. :D

kira-kira seperti ini (yang ungu adalah jalur berangkat dan oranye jalur pulang)

image00009

Lombok memang indah, seindah liburan kami kemarin. ;)

Untuk mengurangi kuota blog maka Poto-poto lengkapnya diaplod disini.


TAGS   sembalun / gunung rinjani / Taman nasional gunung rinjani / lombok timur / Jelajah Wisata /