life is beautiful

Leba Sempage’ (the hidden paradise)

27 Oct 2008 - 13:49 WIB

in the middle of bushes

Leba sempage adalah nama sebuah lembah. Berada di daerah desa Sedawu, Keru Lombok Barat. Dari kota Mataram, Untuk mencapai lembah ini kita membutuhkan waktu tempuh setengah jam dengan kendaraan dan 20 menit berjalan kaki. Yup, setelah berkendara kita harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dan perjalanannya bakalan menantang.

Demikian info awal yang gw dapetin dari temen yang udah pernah kesana. Berhubung gw slalu semangat untuk mengunjungi tempat-tempat indah khususnya yang belum pernah gw datengi, y udah akhirnya me n my friends sepakat kalo wiken kali ini kami harus ke Leba Sempage. Apalagi penasaran dengan pembuktian kata-kata “bakalan menantang dech”

Awalnya rencana kami adalah Sabtu, tapi karna kesibukan di kantor (mengatur persiapan menyambut kedatangan Komisaris Utama tempat kami bekerja) akhirnya kami menundanya sampai hari Minggu. Seperti kebiasaan org Indonesia, kalo ga ngaret kayaknya ga manteb kali ya? Perjanjian ngumpul jam 9, akhirnya kami berkumpul jam 10 lebih n baru berangkat ketika jam mendekati pukul 11 WIta.

Sampai desa Sedawu, kami berlima (Gw, surya, yeti, dian n niar)harus mencari rumah penduduk untuk menitipkan (parkir) mobil. Setelah itu kami melanjutkan dengan berjalan kaki. Memasuki jalur setapak dan melewati kebun-kebun coklat, ladang singkong, ilalang-ilalang setinggi tubuh manusia. Ternyata cukup menyenangkan, apalagi kami sempat beristirahat ketika menemukan berugak milik petani.

jalan menurunsempet2nya posemenerobos pohon-pohon

istirahat d berugakkebunpose @ mulut gua

Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan. Kali ini perjalanan mulai berat karena harus melewati jalan setapak menurun yang berbat-batu sehingga cukup licin dan sangat berbahaya. Oh iya, kami sempat menemukan sebuah Gua tua. Sayang kami tidak menemukan penduduk lokal untuk kami tanyai dulunya Gua ini dipakai untuk apa. Mulut Guanya sangat besar.

Lanjutt!!!

..

Shock!!!

Karna ga lama dari gua itu kami menemukan tantangan yang dimaksud. Tantangan utamanya adalah sebuah tebing setinggi 3 meter an. Dan untuk sampai ke lokasi kami harus menuruni tebing itu. Tanpa alat bantu tali atau pegangan. Jadi kami harus menuruni tebing dengan tingkat kecuraman 90 derajat dengan hanya berpegangan dan bertumpuan pada batu-batu kecil yg berlumut pada tebing itu. Yahh persis seperti wall climbing gitu, hanya menurut gw ini lebih berat coz dibawah sana batu-batu besar siap “menyambut” kami.

Gw aja shock ngeliatnya, apalagi 3 org rekan cwe gw itu. Sempet kepikiran untuk balik kanan bubar Grakk!!! tapi rasanya sia-sia donk udah sampe sini tapi ga “finish”. Akhirnya memberanikan diri (baca:nekad) kami berlima satu persatu menuruni “wall” tersebut. Thanks God!! kami berlima utuh sampai dibawah tanpa lecet sedikitpun.

niar climbing yeti naek-naekreach me

Ahh…. Ga sia-sia kami mengambil resiko untuk menuruni tebing tadi. COz ternyata dibawah sini sungguh indah. Sungai dengan bunyi arus yang begitu teduh, bebatuan, plus tanaman yang merambat semakin menambah keindahannya. Benar-benar seperti sebuah surga yang tersembunyi (hidden paradise ;) )Segera kami bergegas mencari spot yang asyik untuk membongkar semua bekal kami. Rujak, nasi campur, kerupuk, keripik tempe, sampai kue kering semua kami keluarkan dan santap beramai-ramai. Menikmati semua makanan itu dengan duduk diatas batu-batu besar ditengah sungai sungguh menghadirkan kenikmatan tersendiri. :)

Selesai bersantap, rasanya tak sabar ingin mencemplungkan diri kedalam arus sungai dan menikmati jatuhnya air dari atas melalui air terjun kecil disebelah kami. Brrrr…….Sungguh sejuk nian rasanya. Setelah perut kami kenyang, trus mandi-mandi, pastinya sesi selanjutnya adalah mengabadikan semua momen a.k.a. bernarsis ria didepan kamera. :D Ga ada rotan, akar pun jadi. Diantara kami ga ada yang bawa kamera digital, so mau ga mau kamera 2MP yang tercangkok di Ponsel kami siap menjadi “alat bantu” kenarsisan kami.

cool

cool2

cool3

Udah puas ngemil, mandi-mandi n putu-putu akhirnya kami harus balik. Apalagi cuaca udah mendung. Saatnya tantangan terakhir yaitu memanjat bukit tadi (satu-satunya jalan untuk masuk n keluar). Sempat cemas juga, tapi ternyata menaikinya ngga seseulit menuruninya. Coz konsentrasi ketika menuruninya terganggu oleh pandangan kebawah yang membuat kita parno.

Seperti halnya ketika menuruninya, kami pun selamat ketika menaikinya Thanx God smua aman!!!. :)

sebelum pulang nemu 1 spot yang kayaknya harus dimanfaatkan. :D kumpulan ilalang-ilalang gitu.

ilalangniar n surya sok ala pre-wed :P

Melelahkan, menantang, sekaligus menyenangkan dan sulit dilupakan :)


TAGS   leba sempage /